Kamis, 17 Januari 2013

makalah sampah terhadap kesehatan lingkungan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang Masalah
               Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah factor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastic telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Manusia memang dianugerahi Panca Indera yang membantunya mendeteksi berbagaihal yang mengancam hidupnya. Namun di dalam dunia modern ini muncul berbagai bentuk ancaman yang tidak terdeteksi oleh pancaindera kita, yaitu berbagai jenis racun yang dibuat oleh manusia sendiri.
               Lebih dari 75.000 bahan kimia sintetis telah dihasilkan manusia dalam beberapa puluh tahun terakhir. Banyak darinya yang tidak berwarna, berasa dan berbau, namun potensial menimbulkan bahaya kesehatan. Sebagian besar dampak yang diakibatkanyam emang berdampak jangka panjang, seperti kanker, kerusakan saraf, gangguan reprokduksi dan lain-lain.
               Sifat racun sintetis yang tidak berbau dan berwarna, dan dampak kesehatannya yang berjang kapanjang, membuatnya lepas dari perhatian kita. Kita lebih risau dengan gangguan yang langsung bias dirasakan oleh pancaindera kita..
               Komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di kota tangerang selatan rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastic setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, mau pun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan.
1.2     Identifikasi Masalah
Sesuai dengan judul makalah ini “Dampak Sampah Terhadap Kesehatan Lingkungan Di daerah kota tangerang selatan”berdasarkan pengamatan saya, dapat di identifikasikan sebagai berikut :
1.2.1  Dampak sampah terhadap kesehatan lingkungan.
1.2.2  keuntungan dan kerugian sampah bagi masyarakat

1.3       Pembatasan Masalah
Untuk mempermudah memahami permasalahan, perlu adanya pembatasan masalah.
Agar tidak menyimpang dari persoalan pokok, maka pembatasan masalah terbatas pada :
1.3.1        Penelitian ini membahas masalah pada Dampak Sampah Terhadap Kesehatan Lingkungan
1.3.2        Penelitian ini membahas masalah keuntungan dan kerugian sampah bagi masyarakat

1.4       Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah,  serta pembatasan masalah seperti yang dikemukakan diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 
1.4.1        Apakah benar sampah berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat?
1.4.2        Seberapa besar dampak sampah bagi kehidupan?

1.5       Tujuan
1.5.1    Tujuan Umum
Dalam penyusunan makalah ini memiliki tujuan umum  yaitu :  Penyusun ingin member pengetahuan tentang pengaruh bahayanya sampah yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan racun yang terkandung dalam sampah.
1.5.2    Tujuan Khusus
Penyusun juga memiliki tujuan khusus dalam pembuatan makalah ini yaitu syarat untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.

1.6     Manfaat
1.6.1    Bagi Lembaga
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai acuan atau bahan referensi penelitian selanjutnya bagi pihak yang membutuhkannya.
1.6.2    Bagi Pribadi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan kepada penyusunserta dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa/i tentang bahayanya sampah yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat
1.6.3Bagi Umum / Orang Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu digunakan sebagai bahan informasi bagi objek penelitian dalam kaitannya dengan masalah yang diteliti.

1.7     Hipotesis
Hasil sementara menunujukan bahwa :
1.7.1        Ada hubungan antara polusi sampah dengan kesehatan masyarakat
1.7.2        Kesehatan masyarakat sangat bergantung pada diri sendiri





BAB II
KAJIAN TEORI

2.1       Pengertian
2.1.1    Dampak
Menurut Hiro Tugiman (1989:45) “Dampak merupakan sebuah konsep pengawasan internal sangat penting, yang dengan mudah dapat diubah menjadi sesuatu yang dipahami dan ditanggapi secara serius oleh manajemen”.(1)
 Sedangkan Menurut Schemel (1976:22)“Dampak adalah tingkat perusakan terhadap tata-guna tanak lainnya yang ditimbulkan oleh suatu pemanfaatan lingkungan tertentu”.(2)

2.1.2    Sampah
Menurut kamus lingkungan (1994:77)“Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk digunakan secara biasa atau khusus dalam produksi atau pemakaian; barang rusak atau cacat selama manufaktur; atau materi berlebihan atau buangan”.(3)
2.1.3    Kesehatan
Menurut (Ecolink:1996:89) “kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.(4)Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.


______________
1.Tugiman,Hiro.1989.“Pengertian dampak lingkungan”.CV.Liberty.Jakarta.Hal.45
2.Schemel.1976.“Pengertian lingkungan”.Pusat studi lingkungan hidup.Jakarta.Hal.22                    
3.Kamus Lingkungan.1994.PT.Gramedia.Jakarta.Hal.77
4.Ecolink.1996.“Kesehatan Lingkungan.PT.Gramedia.Jakarta.Hal.89

BAB III
METODE

3.1       Ruang Lingkup Penelitian
            3.1.1    Lokasi Penelitian
Penelitian ini mengambil objek pada Pasar ciputat, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
            3.1.2    Waktu Penelitian
Pengambilan data penilitian ini membutuhkan waktu + 1(Satu) Bulan, 01 Desember – 30 Desember 2012. Dalam waktu 1 Bulan ini digunakan untuk observasi pendahuluan, pengumpulan data, pembuatan makalah.
3.2       Metode Pengambilan Data
            3.2.1    Metode Pustaka
Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah metode pengumpulan data yang diperoleh dari buku dan internet sebagai bahan untuk pembahasan dampak sampah terhadap kesehatan lingkungan.
            3.2.2    Metode Lapangan
Metode lapangan yang digunakan adalah wawancara dengan salah satu pedagang Di Pasar ciputat. Wawancara merupakan  tanya jawab yang dilakukan secara langsung dengan konsumen yang dijadikan responden.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1  Gambaran Umum
            4.1.1    Letak Geografis dan Luas Wilayah
            Kota Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten yaitu pada titik koordinat 106'38' - 106'47’ Bujur Timur dan 06'13'30' - 06'22'30' Lintang Selatan dan secara administratif terdiri dari 7 (tujuh) kecamatan, 49 (empat puluh sembilan) kelurahan dan 5 (lima) desa dengan luas wilayah 147,19 Km2 atau 14.719 Ha.
Batas wilayah Kota Tangerang Selatan adalah sebagai berikut:
  • Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Tangerang
  • Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Depok
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor & Kota Depok
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang
Wilayah Kota Tangerang Selatan diantaranya dilintasi oleh Kali Angke, Kali Pesanggrahan dan Sungai Cisadane sebagai batas administrasi kota di sebelah barat. Letak geografis Kota Tangerang Selatan yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta pada sebelah utara dan  timur memberikan peluang pada Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah penyangga provinsi DKI Jakarata, selain itu juga sebagai daerah  yang menghubungkan Provinsi Banten dengan  Provinsi DKI Jakarta.  Selain itu, Kota Tangerang Selatan juga menjadi salah satu daerah yang menghubungkan Provinsi Banten dengan Provinsi Jawa Barat.
Luas wilayah masing-masing kecamatan tertera dalam Tabel 2.2. Kecamatan dengan wilayah paling besar adalah Pondok Aren dengan luas 2.988 Ha atau 20,30% dari luas keseluruhan Kota Tangerang Selatan, sedangkan kecamatan dengan luas paling kecil adalah Setu dengan luas 1.480 Ha atau 10,06%.


4.1.2    Topografi (Ketinggian dan Kemiringan)
            Sebagian besar wilayah Kota Tangerang Selatan merupakan dataran rendah dan memiliki topografi yang relatif datar dengan kemiringan tanah rata-rata 0 – 3% sedangkan ketinggian wilayah antara 0 – 25 m dpl.
Untuk kemiringan garis besar terbagi dari 2 (dua) bagian, yaitu :
  • Kemiringan antara 0 – 3% meliputi Kecamatan Ciputat, Kecamatan Ciputat Timur, Kecamatan Pamulang, Kecamatan Serpong dan Kecamatan Serpong Utara.
  • Kemiringan antara 3 – 8% meliputi Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Setu.
4.2 Pembahasan
          Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
4.1.1  Sumber-sumber sampah
  • 1. Rumah Tangga
  • 2. Pertanian
  • 3. Perkantoran
  • 4. Perusahaan
  • 5. Rumah Sakit
  • 6. Pasar dll.
4.1.2  Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
  • 1. Sampah Anorganik/kering
    Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembususkan secara alami.
  • 2. Sampah organik/basah
    Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami.
  • 3. Sampah berbahaya
    contoh : Baterei, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll
4.1.3  Permasalahan Sampah::
Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan :
  • 1. Tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus
  • 2. Menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara
  • 3. Menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
4.1.5  Tata cara Pemusnahan sampah
Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana sebagai berikut :
a. Penumpukan.
      Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan resiko karena berjnagkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran, terutama bau, kotoran dan sumber penyakit dana badan-badan air.
b. Pengkomposan.
      Cara pengkomposan meerupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi.
c. Pembakaran.
      Metode ini dapat dilakuakn hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menhindari pencemarn asap, bau dan kebakaran.
d. “Sanitary Landfill”.
      Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat luas.
    • 1. Sampah basah : Kompos dan makanan ternak
    • 2. Sampah kering : Dipakai kembali dan daur ulang
    • 3. Sampah kertas : Daur Ulang
1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal.
2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecualai kertas yang berlapis minyak.
3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.
4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll
5. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember dll
6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.
4.1.5  Pemanfaatan Sampah:
Daur ulang
            Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai.
Material yang dapat didaur ulang :
Manfaat pengelolaan sampah
  • 1. Mengehemat sumber daya alam
  • 2. Mengehemat Energi
  • 3. Menguranagi uang belanja
  • 4. Menghemat lahan TPA
  • 5. Lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman)

NO
JENIS BARANG LAPAK
HARGA/KG
1
Gelas Aqua
1600

2
Kaleng Oli
1500

3
Ember biasa
1100

4
Keras (kaset, yakult, botol kecap)
150

5
Ember hitam (anti pecah)
800

6
Botol Aqua
700

7
Putian (botol bayclin, infus)
1600

8
Kardus
500

9
Kertas Putih
700

10
Majalah
350

11
Koran
500

12
Duplek (kardus tipis)
150

13
Semen
400

14
Besi Beton
700

15
Besi super
450

16
Besi pipa
250

17
Tembaga super
8000

18
Tembaga bakar
7000

19
Aluminium tebal
6000

20
Aluminium tipis
4000

21
Botol air besar
400

22
Botol bir kecil, sprite, fanta
200

Sumber koperasi pemulung 2003


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan
             Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tidak bergerak.
            Jadi semakin banyak sampah yang tertimbun semakin banyak penyakit yang terdapat di sampah.
5.2       Saran
Dari kesimpulan di atas maka
1.      disarankan kepada warga kota Tangerang selatan khususnya daerah kecamatan ciputat tepatnya di pasar ciputat untuk memperhatikan sampah yang ada di pasar tersebut, agar tidak ada lagi bau yang tercemar oleh sampah, dan warga kecamatan tidak segan untuk melewati jalan tersebut,
2.      Bagi peneliti selanjutnya dapat memeliti faktor lain yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan dengan dampak sampah.






DAFTAR PUSTAKA
*   Hadiwijoto, S. 1983. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Jakarta : Penerbit Yayasan Idayu.
 *   Sumarwoto, O. 1995. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Obor : Lembaga Ekologi UNPAD
 *   Sudjadi, B. & Laila, S. 2007. Biologi 1. Jakarta : Yudhistira
























0 komentar:


By Animart